Menjadi Freelancer ? MILENIAL banget !

Bagi kamu yang merasa bagian dari generasi milenial, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah freelancer. Di jaman kekinian saat ini, sebagian besar para milenial kurang menginginkan bekerja di kantor, mereka lebih cenderung memilih kehidupan yang bebas, melakukan pekerjaan serabutan dan membangun pekerjaan sendiri.

Mengapa generasi Milenial ini rela meninggalkan kondisi yang nyaman dengan pendapatan terjamin setiap bulannya dari perusahaan, hanya untuk pergi dan memilih sebagai freelancer.

Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui alasannya, yuk kita simak satu per satu alasannya…

[1] Fleksibilitas.

Sebagian besar milenials tidak menyukai jam pekerjaan kantor yang rutin, mereka memilih freelance di mana mereka dapat memilih waktu mereka sendiri, dan masih menyediakan waktu untuk hidup di luar pekerjaan. Generasi ini tidak menginginkan bekerja masuk dan keluar setiap hari, melainkan bekerja dengan kecepatan mereka sendiri, merasa dan memahami kapan waktu produktif mereka. Hal ini jangan dianggap sebagai generasi malas, tetapi lebih karena mereka melihat pentingnya keseimbangan kehidupan kerja, dan bersedia penuh untuk beralih memperolehnya.

[2] Koneksi dan relasi yang tak terbatas.

Generasi Milenial ini sangat menyadari jaringan (koneksi maupun relasi) yang telah dimiliki dan bagaimana menggunakannya, terlebih dunia digital telah menjadi bagian dari hidup mereka selama ini. Berbeda dengan generasi sebelumnya, kebersamaan para milenial sangatlah kuat, mereka tidak akan memiliki masalah jika harus memanggil untuk bertemu maupun berkumpul bahkan dengan koneksi yang paling longgar sekalipun. Karena nilai kinerja yang selama ini dibangun, telah mereka tempatkan untuk membangun jaringan dan menumbuhkan koneksi, berkarir sebagai freelancer sangatlah masuk akal, karena mereka memiliki begitu banyak kontak untuk mendapatkan referensi atau pekerjaan yang bersifat kontrak.

[3] Bebas membangun budaya dan nilai pekerjaan mandiri

Sebagaian besar para milenial meninggalkan pekerjaan kantor karena gaji dan ketidakpuasan terhadap nilai pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan, menjadi freelancer berarti dapat mendefinisikan budaya kerja mereka sendiri dan membuat dampak dengan keputusan mereka sendiri. Mereka tidak harus berurusan dengan “politik kantor” atau “aturan kaku perusahaan”, dan mereka tidak merasa “rendah” dalam hal pengambilan keputusan. Freelance memberi mereka kekuatan untuk memegang kendali tanpa harus bekerja keras yang terfokus pada jenjang karir perusahaan.

[4] Filosofi “Empat Kaki dalam berbisnis”

Generasi Millenial cenderung memiliki beragam minat dan keterampilan, Generasi ini adalah generasi bebas di mana cenderung memilih keterampilan yang sesuai namun tidak harus mempersempit minat mereka ke satu bidang tertentu. Keseimbangan antara penambahan pemasukan dan waktu yang berkualitas menjadi tujuan para milenial berkarir sebagai freelancer. Alhasil, mereka tidak perlu lagi mengorbankan seluruh waktunya hanya pada satu sumber penghasilan. Jika salah satu klien memutuskan untuk melakukan pemotongan dan menyingkirkan freelancer, Mereka masih memiliki sumber pemasukan yang lain.

[5] Minim Resiko

Beberapa pendapat mungkin melihat bahwa freelance memiliki risiko lebih besar daripada pekerjaan kantor, tetapi bagi para milenial, itu bukanlah menjadi masalah. Generasi Milenial sangat mengenal istilah cut-back dan PHK. Dengan freelance, mereka mampu berinvestasi lebih sedikit pada beberapa pilihan bisnis dan resiko yang dibawapun menjadi lebih kecil.

Menjadi freelancer berarti menjadikanmu seorang pemimpin.

Apakah kamu MILENIAL yang siap menjawab tantangan ini?

–Sumber Gambar GOOGLE

WhatsApp Contact us via WhatsApp